Rabu, 11 Januari 2012

HAKIKAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI



A.    Teknologi Informasi
Pengertian teknologi informasi yang diajukan oleh para ahli, seperti berikut ini :
1.        Everett MR (1986) mengatakan bahwa teknologi informasi merupakan perangkat keras yang bersifat organisatoris dan meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu atau banyak orang (umum) mengumpulkan, memproses dan saling mempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain.
2.        Lucas (2000) menyatakan bahwa teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan (digunakan) untuk memperoses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis, micro komputer, komputer mainframe, pembaca barcode, perangkat lunak, pemroses transaksi, perangkat lunak lembar kerja (worksheet) dan peralatan komunikasi dan jaringan. Sedangkan,
3.        Wawan Wardiana (2000) mengemukakan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, memanipulasi data berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas.

Dari pendapat-pendapat yang diajukan oleh para ahli di atas (ingat masih banyak pendapat lain) dapat diambil kesimpulan bahwa teknologi informasi adalah sebauh alat atau teknologi yang digunakan untuk memperoleh berita (informasi).
Kesimpulan pengertian ini tak lepas arti teknologi dan informasi dalam kamus bahasa Indonesia. Jika teknologi yang dimaksud menggunakan alat elektronis yang dapat berupa komputer, maka sangat jelas teknologi informasi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses pengolahan data berupa informasi dengan menggunakan perangkat komputer yang berfungsi memproses termasuk menyimpan dan menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Pemrosesan data (informasi) dengan melalui perangkat komputer akan berkaitan dengan perangkat lunak dan perangkat keras, dari dua hal inilah proses berangsung. Di mana perangkat keras menyangkut dengan alat-alat fisik, sedangkan perangkat lunak berupa aplikasi yang dimiliki komputer yang bertujuan untuk mengatur perangkat keras dalam bekerja.
Dari uraian tentang informasi ada tiga hal penting yang harus diperhatikan, di antaranya :
a.       Informasi merupakan hasil pengolahan data
b.      Memberikan makna
c.       Berguna atau bermanfaat

4.        Mc. Leod (Susanto, 2002) mengemukakan bahwa suatu informasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a.       Akurat, artinya informasi mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Pengujian terhadap hal ini biasanya dilakukan melalui pengujian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang berbeda-beda dan apabila hasil pengujian tersebut menghasilkan hasil yang sama, maka dianggap data tersebut akurat.
b.      Tepat waktu artinya informasi itu harus tersedia atau ada pada saat informasi tersebut diperlukan, tidak besok atau tidak beberapa jam lagi.
c.       Relevan artinya informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan. Kalau kebutuhan informasi ini untuk suatu organisasi maka informasi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan informasi diberbagai tingkatan dan bagian yang ada dalam organisasi tersebut.
d.      Lengkap artinya informasi harus diberikan secara lengkap.

a.      Komponen-komponen Informasi
Dalam fenomena yang multi-dimensional, kita dapat mengenal enam komponen informasi yang masing-masing memiliki sifat, karakteristik, dan kekhasan masing-masing. Adapun keenam komponen atau jenis informasi tersebut adalah sebagai berikut.
1.      Absolute Information, merupakan ’pohonnya’ informasi, yaitu jenis informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
2.      Sustitutional Infomrtion, yaitu jenis informasi yang merujuk kepada kasus di mana konsep informasi digunakan untuk sejumlah informasi. Dalam pengertian ini, informasi kadangkala diganti dengan istilah ’komunikasi’.
3.      Philosophic Information, yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan.
4.      Subjective Information, yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan perasaan dan emosi manusia. Kehadiran informasi ini bergantung pada orang yang menyajikannya.
5.      Objective Information, yaitu jenis informasi yang merujuk pada karakter logis informasi-informasi tertentu.
6.      Cultural information, yaitu informasi yang memberikan tekanan pada dimensi kultural.

Keenam komponen informasi tersebut, satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan memiliki unsur ketergantungan. Dalam memberikan pemahaman terhadap suatu komponen, informasi tidak terlepas dari pengetahuan unsur budaya seseorang dan pemahaman seseorang terhadap suatu komponen informasi yang merupakan alat bagi pemahaman komponen-komponen lainnya. Sehubungan dengan pemahaman Anda tentang informasi, sudah tentu Anda sering mendengar ungkapan bahwa saat ini kita sudah memasuki ”era informasi”. Artinya semakin disadari oleh banyak pihak bahwa informasi merupakan sumber daya yang makin penting perannya dalam kehidupan dan penghidupan manusia. Bahkan dapat dikatakan bahwa informasi telah menyentuh seluruh kehidupan manusia, meskipun teknologi yang menghasilkannya mungkin tidak dipahami, apalagi dikuasainya.
Informasi diperlukan bukan hanya oleh individu dan berbagai kelompok dalam masyarakat, akan tetapi juga oleh semua jenis organisasi, termasuk organisasi bisnis, organisasi sosial, organisasi politik, birokrasi pemerintahan dan organisasi nirlaba, termasuk organisasi keagamaan. Pentingnya peranan informasi terlihat baik oleh perorangan, kelompok, maupun semua jenis organisasi yang dalam menjalani kehidupan dan penghidupan ini selalu dihadapkan kepada keharusan mengambil berbagai keputusan, baik yang sifatnya rutin, sederhana, dan repetitif maupun yang insidental, episodik, kritikal, rumit, dan strategis.
Informasi yang mampu mendukung proses pengambilan keputusan adalah yang memenuhi paling sedikit lima persyaratan. Kelima persyaratan ini terkait dengan yang telah dikemukakan di atas, yaitu berkenaan dengan informasi yang berkualitas, yaitu lengkap, mutakhir, akurat, dapat dipercaya, dan disimpan sedemikian rupa sehingga mudah ditelusuri untuk digunakan sebagai alat pendukung proses pengambilan keputusan apabila diperlukan (Siagian, 2002).

b.      Lingkup Teknologi informasi
Secara umum teknologi informasi selalu berkaitan dengan dua aspek yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras (hardware) menyangkut pada peralatan peralatan bersifat fisik, seperti: memory, monitor, keyboard, CPU, mouse, dan lain-lain. Sedangkan perangkat lunak (software) terkait dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras agar bekerja sesuai dengan tujuan instruksi tersebut.
Teknologi informasi terdiri atas enam bagian yaitu:
a.       Teknologi masukan (input technology)
b.       Teknologi keluaran (output technology)
c.        Teknologi penyimpan (storage technology)
d.       Teknologi komunikasi (communication technology)
e.        Mesin pemproses (processing machine) atau CPU
                       
c.       Ciri Informasi
Sejumlah informasi yang biasa kita dengarkan atau kita peroleh kadang memiliki karakteristik yang berbeda, tentunya hal itu disesuaikan dengan sumber informasi, bentuk dan jenis informasi serta untuk apa informasi itu kita cari. Dalam membantu anda untuk mengenali bagaimana informasi itu bisa kita kenali, maka berikut penjelasan mengenai ciri-ciri informasi. Deni Darmawan (2001) menjelaskan 5 ciri dari informasi yang bias memberikan makna bagi pengguna, diantaranya:
a)      Amount of Information (Kuantitas Informasi), dalam arti bahwa informasi yang diolah oleh suatu prosedur pengolahan informasi mampu memenuhi kebutuhan banyaknya informasi.
b)      Quality of Information (Kualitas Informasi), dalam arti bahwa informasi yang diolah oleh sistem pengolahan tertentu mampu memenuhi kebutuhan kualitas informasi.
c)      Recency of Information (Informasi Aktual), dalam arti bahwa informasi yang diolah oleh sistem pengolahan tertentu mampu memenuhi kebutuhan informasi baru.
d)     Relevance of Information (Informasi yang relevan atau sesuai), dalam arti bahwa informasi yang oleh sistem pengolahan tertentu mampu memenuhi kebutuhan informasi.
e)      Accuracy of Information (Ketepatan Informasi), dalam arti bahwa informasi yang oleh sistem pengolahan tertentu mampu memenuhi kebutuhan informasi.
f)       Authenticity of Information (Kebenaran Informasi), dalam arti bahwa informasi yang dikelola oleh sistem pengolahan tertentu mampu memenuhi kebutuhan informasi yang benar.

Ciri-ciri dari informasi ini idealnya dimiliki oleh informasi yang dibutuhkan ketika kita akan merumuskan atau membuat kebijakan tertentu, sehingga tindakan atau aktivitas yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pemakaian informasi yang dimaksud.

B.     Teknologi Komunikasi
Pengertian informasi disimpulkan sebagai sebuah proses pengolahan data berupa data (informasi) dengan menggunakan perangkat komputer atau alat elektronik lain yang berfungsi memproses termasuk menyimpan dan menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Sebagai satu satuan yang membentuk kata teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Jika komunikasi seperti dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami, jika arti komunikasi dikaitkan dengan teknologi maka penekanan kata teknologi komunikasi lebih tertuju kepada kata “media”. Sehingga teknologi komunikasi didefinisikan sebagai alat (media) yang digunakan untuk melakukan penyampaian informasi kepada orang lain dengan efektif dan efisien. Lebih jelasnya media yang dimaksud dapat berupa komputer, teleconferencing, video, animasi, multimedia interaktif, jaringan internet, dll.

a.       Keterkaitan antara Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dari Definisi Teknologi Informasi Dan Teknologi Komunikasi pada bagian atas, kita dapat menyatakan bahwa kedua definisi tersebut memiliki keterkaitan antara keduanya. Dengan teknologi informasi lebih menekankan pada proses pengolahan data (informasi), yang dapat berupa masukan data (melalui perangkat keras), menyimpan (dalam CPU) dan menampilan data (print out) dengan menggunakan perangkat elektronik seperti komputer. Sedangkan teknologi komunikasi lebih menekankan pada penggunaan media (seperti komputer) dalam menyampaikan informasi, tentunya dengan mengkomunikasi informasi tersebut secara efektif dan efisien.

C.    Pendekatan TIK
Pendekatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran kini sedang jadi trend. Sekolah yang mampu akan memasang laptop, lcd dan internet untuk seluruh kelas. Jika dana kurang maka membuat satu ruang multi media dalam satu sekolah dianggap sudah memadai.Bila sarana telah ada, lantas bagaimana kegiatan pembelajaran dikembangkan? Sebagian guru berupaya memanfaatkan multi media untuk pembelajaran. Mereka membuat materi pembelajaran dalam format powerpoint atau flash. Mereka juga memanfaatkan image, film atau animasi. Alhasil presentasi mereka menjadi menarik dan menyenangkan.
Apa yang dilakukan para guru tersebut harus kita apresiasi, apalagi di banyak sekolah jumlah mereka tidak banyak. Namun ke depan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran harus lebih jauh lagi. Sayang jika TIK hanya diposisikan sebagai alat presentasi. Guru harus punya konsep yang jelas bagaimana pendekatan TIK itu harus ia wujudkan dalam pembelajaran.

  1. Tujuan Pendekatan TIK
TIK amat penting dalam dunia modern sekarang. Pendekatan TIK kita terapkan agar siswa menjadi pribadi yang cerdas dan kritis menghadapi arus informasi global dari media massa khususnya internet. Sebagai pribadi ia harus mampu mengambil peluang secara positif dan konstruktif atas kemajuan TIK bagi pengembangan dirinya dan masyarakatnya.

  1. Konsep Pendekatan TIK
Agar tujuan di atas dapat diwujudkan maka konsep pendekatan TIK dalam pembelajaran seharusnya berorientasi kepada kegiatan siswa. Guru harus memberi peluang bagi siswa untuk menerapkan dan mengembangkan penguasaan TIK dalam mendukung kegiatan belajar mereka.
Pendekatan TIK ini amat sesuai untuk diterapkan dalam model pembelajaran Problem Base Instruction ataupun Cooperative Learning. Dengan perencanaan yang kreatif guru dapat memberikan tugas atau proyek yang harus dikerjakan siswa dengan memanfaatkan TIK sebagai alat kerja maupun sumber informasi.
Secara teknis guru merancang agar melalui tugas atau proyek tersebut siswa dapat mengembangkan kemampuannya dalam :
1.      Mencari dan menemukan informasi dari berbagai media dan sumber informasi, menyeleksi secara kritis dan membuat sintesa yang obyektif (memanfaatkan bibliography, browsing)
2.      Mengembangkan ide/kesimpulan menggunakan TIK untuk membuktikan dan menguraikan proyek mereka secara akurat (memanfaatkan worksheed, spreadsheed).
3.      Bertukar dan berbagi informasi secara langsung dalam presentasi maupun secara tidak langsung melalui berbagai media TIK (memanfaatkan power point, flash, publisher, e-mail, blog, web etc).
4.      Mereview, memodifikasi dan mengevaluasi proyek mereka, melakukan refleksi atas mutu dan kemajuan pekerjaan mereka (memanfaatkan tanggapan, coments, reply).

Pendekatan TIK ini dapat diterapkan untuk semua mata pelajaran di semua jenjang sekolah. Tentu di jenjang SD belum dapat diterapkan di kelas-kelas awal. Di kelas 4 ke atas pendekatan ini sudah dapat dikenalkan secara sederhana dan terbatas. Penguasaan TIK sejak dini adalah bekal penting bagi perkembangan anak di kemudian hari.

D.    Strategi Perencanaan TIK
Perencanaan TIK membutuhkan komponen-komponen strategi yang meliputi :
a.       Pengajar
b.      Waktu
c.       Prinsip-prinsip perencanaan
d.      Manajemen
e.       Proyek
f.       Integrasi dengan kurikulum
g.      Pembelajaran yang profesional
h.      Aspek pembiayaan dan evaluasi perencanaan

Hal ini sebagai dasar dalam merumuskan tujuan yang ideal sesuai dengan kaidah teoritik dan konseptual ilmu perencanaan (Planning Study). Prinsip-prinsip perencanaan adalah :
a.       Perencanaan hendaknya mempunyai dasar nilai yang jelas dan mantap. Nilai yang menjadi dasar bisa berupa nilai budaya, nilai moral, nilai religius, maupun gabungan dari ketiganya.
b.      Perencanaan hendaknya berangkat dari tujuan umum. Tujuan umum itu dirinci menjadi khusus, kemudian bila masih bisa dirinci menjadi tujuan khusus, itu dirinci menjadi lebih rinci lagi. Adanya rumusan tujuan umum dan tujuan tujuan khusus yang terinci akan menyebabkan berbagai unsur dalam perencanaan memiliki relevansi yang tinggi dengan tujuan yang akan dicapai.
c.       Perencanaan hendaknya realistis. Perencanaan hendaknya disesuaikan dengan Sumber daya dan dana yang tersedia. Dalam hal sumber daya, hendaknya dipertimbangkan kuantitas maupun kualitas manusia dan perangkat penunjangnya. Perencanaan sebaiknya tidak mengacu pada sumber daya dan yang diperkirakan akan dapat disediakan, melainkan pada sumber daya dan dana yang nyata nyata ada.
d.      Perencanaan hendaknya mempertimbangkan kondisi sosio budaya masyarakat, baik yang mendukung maupun menghambat pelaksanaan rencana nanti. Kondisi sosio budaya tersebut misalnya sistem nilai, adat istiadat, keyakinan, serta cita cita. Terhadap kondisi sosio budaya ymg mendukung pelaksanaan rencana, hendaknya telah direncanakan cara memanfaatkan secara maksimal faktor pendukung itu. Sedangkan terhadap kondisi sosio budaya yang menghambat, hendaknyta telah direncanakan cara untuk mengantisipasinya dan menekannya menjadi sekecil-kecilnya.
e.       Perencanaan hendaknya fleksibel. Meskipun berbagai hal yang terkait dengan pelaksanaan rencana telah dipertimbangkan sebaik-baiknya, masih mungkin terjadi hal-hal di luar perhitungan perencana ketika rancana itu dilaksanakan. Oleh karena itu, dalam membuat perencanaan, hendaknya disediakan ruang gerak bagi kemungkinan penyimpangan dari rencana sebagai antisipasi terhadap hal-hal yang terjadi di luar perhitungan perencana.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar